Sabtu, 01 Juli 2017

Andragogi dan Pedagogi


Andragogi adalah teori belajar yang dikembangkan untuk kebutuhan khusus orang dewasa, sementara pedagogi merupakan belajar dimasa kanak-kanak, orang dewasa yang mandiri yang mengharapkan untuk mengambil tanggung jawab atas keputusannya sendiri. Asumsi-asumsi Knowles  bagi pembelajaran orang dewasa :
  1.         Kebutuhan untuk tahu. Peserta didik atau pelajar dewasa harus tahu mengapa mereka harus mempelajari sesuatu sebelum melakukan untuk mempelajarinya.
  2.           Konsep diri. Peserta didik atau pelajar dewasa harus bertanggung jawab atas keputusan mereka sendiri dan harus diperlakukan sebagai diri pribadi yang mampu menentukan arah dirinya.
  3.              Peran pengalaman belajar. Peserta didik atau pelajar dewasa memiliki berbagai pengalamn hidup yang merupakan sumber terkaya baginya untuk belajar. Namun demikian, pengalaman ini diilhami dengan  bias prasangka.
  4.           Kesiapan untuk belajar. Peserta didik atau pelajar dewasa siap untuk belajar hal-hal yang perlu mereka keathui agar dapat mengatasi secara efektif situasi kehidupannya.
  5.             Orientasi belajar. Peserta didik atau orang dewasa termotivasi untuk belajar apabila mereka merasa bahwa materi yang dipelajari akan membantu mereka menjalankan tugas-tugas yang dihadapinya sesuai dengan situasi kehidupan mereka.

Model andragogis menegaskan lima isu akan dipertimbangkan dan dibahas dalam pembelajaran formal.Lima isu itu adalah:
1.      Memberikan kesempatan kepada peserta didik tahu mengapa ada sesuatu yang penting untuk dipelajari.
2.      Menunjukkan kepada peserta didik bagaimana mengarahkan diri mereka sendiri melalui informasi yang tersedia
3.      Topik kegiatan belajar terkait pengalaman peserta didik.
4.      Manusia tidak akan belajar smapai mereka siap dan temotivasi untuk belajar
5.      Diperlukan upaya membantu mereka mengatasi hambatan, perilaku, dan keyakinan tentang belajar.
Knowles sendiri mengakui bahwa empat dari lima asumsi utama andragogi berlaku untuk orang dewasa dan anak-anak. Perbedaan satu-satunya adalah bahwa anak-anak memiliki pengalaman lebih sedikit dan keyakinan awalnya kurang mapan dibandingkan dengan orang dewasa sehingga materi yang dipelajari kurang memiliki keterhubungan.
Antonim Pedagogi
Andragogi adalah antonym atau kata yang berlawanan makna dengan pedagogi. Sebagai antonym pedagogi, praksis andragogo didasari atas asumsi sebagai berikut :
a.       Pelajar atau warga belajar dewasa bergerak menuju kemerdekaan dan mengarahkan dirinya sendiri.
b.      Pengalaman belajar adalah sumber yang kaya untuk belajar bagi siswa atau warga belajar dewasa. Oleh karena itu metode pengajaran termasuk diskusi bersifat pemecahan masalah.
c.       Orang orang dewasa mempelajari apa yang perlu mereka ketahui, sehingga program belajar diorganisasi di sekitar aplikasi kehidupan mereka.
d.      Pengalaman belajar harus didasarkan sekitar pengalaman , karena kinerja orang terpusat dalam pembelajran mereka.
e.        
Malcom S.Knowles secara lebih rinci menyajikan asumsi dan proses pedagogo untuk dibedakan dengan andragogi. Asumsi dan proses dimaksudkan disajikan berikut ini :

Asumsi Pedagogi
Asumsi Andragogi
          Konsep diri
Ketergantungan
Peningkatan arah diri atau kemandirian
          Pengalaman
Berharga kecil
Pelajaran merupakan sumberdaya yang kaya untuk belajar
          Kesiapan
Tugas perkembangan; tekanan sosial
Pelajar merupakan sumber daya yang untuk belajar
          Perspektif waktu
Aplikasi ditunda
Kecepatan aplikasi
          Orientasi untuk belajar
Berpusat pada substansi mata pelajaran
Berpusat pada masalah
          Iklim belajar
Berorientasi, resmi dan kompetitif
Mutualitas/pemberian pertolongan, rasa hormat, kolaborasi dan informasi
          Perencanaan
Oleh guru
Reksa (mutual) diagnosis diri
          Perumusan tujuan
Oleh guru
Reksa negosiasi
          Desain
Logika materi pelajaran, unit konten
Diurutkan dalam hal kesiapan unit masalah
          Kegiatan
Teknik Pelayanan
Teknik pengalaman
     Evaluasi
Oleh guru
Reksa diagnosis kebutuhan dan reksa program pegukuran.

Tes dan Evaluasi


         Tes standar  merupakan tes yang mengandung prosedur yang seragam untuk menentukan nilai dan administrasinya. Tes standar bisa membandingkan kemampuan murid dengan murid lain pada usia atau level yang sama, dan dalam banyak kasus perbandingan ini dilakukan di tingkat nasional. Sedangkan evaluasi merupakan proses sistematis untuk menetapkan nilai suatu hal seperti hasil, tujuan, atau hal lain berdasarkan kriteria tertentu melalui penilaian.
            Tujuan Tes Standar
  1.        Memberikan informasi tentang kemajuan murid. Tanpa tes eksternal dan objektif, guru di kelas akan kesulitan untuk mengetahui seberapa baikkah kemampuan murid dibandingkan dengan murid di sekolah lain.
  2.        Mendiagnosis kekuatan dan kelemahan murid.  Apabila tes standar digunakan untuk keperluan diagnosis, tes itu biasanya diberikan secara individual, bukan secara kolektif.
  3.       .  Memberikan bukti untuk penempatan murid dalam program khusus.
  4.          Memberikan informasi untuk merencanakan dan meningkatkan pengajaran atau instruksi.
  5.         Membantu administrator mengevaluasi program
  6.          Memberikan akuntabilitas.

Tes Kecakapan dan Prestasi
Tes kecakapan (aptitude test) didesain guna memprediksi kemapuan murid untuk mempelajari suatu keahlian atau menguasai sesuatu dengan pendidikan dan training tingkat lanjut. Tes kecakapan ini mencakup tes kemampuan mental umum seperti tes kecerdasan (Stanford-binet, Wechsler scales, dan sebagainya. Sedangkan tes prestasi yang dimaksud untuk mengukur apa yang telah dipelajari atau keahlian apa yang telah dikuasai murid. Namun perbedaan antara tes prestasi dengan tes kecakapan terkadang kabur. Kedua jenis tes ini menilai status murid, pertanyaan yang dipakai kebanyakan mirip, dan biasanya hasil dari dua jenis tes ini mempunyai korelasi yang tinggi.
Jenis-jenis Tes Prestasi Standar
Ada sejumlah tes prestasi standar , salah satu cara umum untuk mengklarifikasikannya adalah sebagai survey batteries, specific subject test atau diagnostic test, survey batteries. Sebuah survey battery adalah sekelompok tes pokok persoalan individual yang didesain untuk murid level tertentu. Survey batteries adalah tes standar nasional yang banyak digunakan. Beberapa batteri yang umum adalah tes California achievement, terra nova comprehensive test for basic skills, iowa tests of basic skills, metropolitan achievement test, and Stanford achievement test series. Test untuk subjek spesifik, karena tes ini difokuskan pada area spesifik, tes ini biasanya menilai suatu keahlian secara lebih mendetail dan ekstensif ketimbang survey battery. Test diagnostic, terdiri dari evaluasi area pembelajaran spesifik secara relative mendalam. Tujuannya adalah menentukan kebutuhan pembelajaran spesifik dari murid sehingga kebutuhan itu dapat dipenuhi melalui instruksi regular atau remedial.
Ujian Negara Beresiko Tinggi
Negara telah lama mewajibkan ujian atau tes tetapi penekanannya berubah belakang ini. Sebelum 1990-an isinya tidak berhubungan erat dengan apa yang diajarkan dan dipelajari dikelas. Ujian Negara hanya memberikan tinjauan umum atas seberapa baik murid di suatu Negara bagian dalam mata pelajaran tertentu, terutama membaca dan matematika. Keuntungan dan penggunaan tes beresiko tinggi yaitu sejumlah pembuatan kebijakan berpendapat bahwa ujian Negara beresiko tinggi memberikan sejumlah efek positif yaitu : Meningkatkan kinerja murid, lebih banyak waktu untuk mengajarkan pelajaran yang diujikan, ekspektasi tinggi untuk semua murid, Identifikasi guru, sekolah dan administrator yang berkinerja payah,meningkatkan rasa percaya diri di sekolah setelah ujian naik.
Kritikan terhadap ujian negara yaitu : Mengumpulkan kurikulum dengan penekanan lebih besar pada hapalan ketimbang keahlian berfikir dalam memecahkan masalah, guru mengajar demi ujian, diskriminasi terhadap murid dari status sosioekonomi rendah dan minoritas.
 
itsaboutcrochet Blogger Template by Ipietoon Blogger Template